BAB V ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)

A. Perkembangan Dana Pembangunan di Indonesia

APBN adalah merupakan konsep perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena itulah APBN selalu disusun tiap tahun. APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan berimbang dan dinamis mengingat tabungan pemerintah belum sepenuhnya menutupi kebutuhan biaya pembangunan di Indonesia. Oleh karena itu untuk menhindari terjadinya defisit anggaran pembangunan, Indonesia masih mengupayakan sumber dana dari luar negeri.

Pada awal Pelita tabungan Pemerintah masih sangat kecil yaitu 23% untuk pembiayaan pembangunan, sisanya 77% diperoleh dari pinjaman luar negeri. Keadaan ini berbalik pada periode pertengahan Pelita III yaitu rata-rata peran tabungan pemerintah adalah 74% dikarenakan harga migas dunia sangat baik kala itu. Namun pada periode akhir Pelita IV terjadi kemerosotan tabungan pemerintah dikarenakan:

  • Terjadi resesi dunia yang mengakibatkan turunnya harga minyak bumi dan komoditi non-migas dipasaran dunia, sehingga berkurangnya penerimaan dalam negeri.
  • Merosotnya nilai mata uang dolar Amerika (depresiasi) terhadap mata uang asing.

B. Proses Penyusunan Anggaran

Secara garis besar proses penyusunan anggaran pembangunan di Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Pengajuan DUP/DUK DEPT/LPND ke BAPPENAS
  2. Penyusunan satuan 3 oleh Biro Sektor, BAPPENAS
  3. Penentuan Plafon Anggaran (RAPBN TA. 1993/1994)
  4. Nota Keuangan dan RAPBN diajukan ke DPR oleh Presiden RI
  5. Pembahasan/Penyusunan satuan 3/A dan alokasi dana proyek ke DIP (Dirjen Anggaran-Bappenas-Pimpro Bendaharawan proyek)
  6. Penyampaian DIP ke Daerah (Gubernur/Kepala Daerah Th.I)
  7. Realisasi DIP, 1 April TA yang bersangkutan dan seterusnya selama TA

Berikut penjelasannya:

  • Penyusunan anggaran biasanya menggunakan tahun fiskal dan bukan tahun masehi, sehingga proses penyusunan oleh Departemen atau Lembaga pemerintah Non Departemen sudah dimulai pada 1 April tahun berjalan. Oleh keduanya usulan rencana anggaran diajukan dalam bentuk Daftar Usulan Kegiatan (DUK) bagi anggaran rutin dan dalam bentuk Daftar Usulan Proyek (DUP) untuk anggaran pembangunan
  • Selanjutnya DUK dan DUP tersebut, antara bulan Agustus dan September akan diajukan dan disampaikan ke BAPPENAS dan Ditjen Anggaran Departemen Keuangan. Selanjutnya DUK dan DUP tersebut akan diproses oleh BAPPENAS antara bulan Oktober-Nopember
  • Pada proses tersebut BAPPENAS akan menyesesuaikan isi DUK dan DUP dengan perkiraan penerimaan dalam negeri dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Selanjutnya dalam bulan desember akan ditentukan batas atas (plafon) anggaran untuk tahun anggaran yang bersangkutan dalam bentuk RAPBN (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
  • Pada bulan Januari, setelah RAPBN tersebut dilampiri/disertai keterangan dari pemerintah dengan nota-keuangan, akan disampaikan oleh Presiden dihadapan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat guna mendapat persetujuan seperti yang tersirat dalam pasal 23 ayat (1) UUD 1945
  • Selanjutnya RAPBN tersebut akan dibahas oleh DPR bersama-sama dengan Menteri atau Ketua Lembaga yang bersangkutan melalui Rapat Kerja Komisi APBN
  • Jika dalam pembahasan tersebut dicapai suatu kesepakatan maka RAPBN untuk tahun anggaran yang bersangkutan tersebut, persetujuannya akan dituangkan dalam Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan belanja Negara tahun tersebut
  • Anggaran yang telah disetujui pemerintah tersebut akan dituangkan kembali dalam bentuk Daftar Isian Proyek (DIP) departemen atau lembaga pemerintah yang bersangkutan

C. Perkiraan Penerimaan Negara

Secara garis besar sumber penerimaan negara berasal dari penerimaan dalam negeri dan penerimaan pembangunan.

Penerimaan Dalam Negeri

Pada awal masa Pemerintahan Orde Baru (1969-1984) penerimaan terbesar negara didominasi dari ekspor minyak bumi dan gas alam. Namun karena tidak menentunya harga minyak dunia, maka Pemerintah mulai mengurangi ketergantungannya pada sektor migas dengan menempuh beberapa kebijakan diantaranya :

  • Deregulasi bidang perbankan (1 Juni 1983) yaitu mengurangi peran bank sentral dan memberi hak pada bank pemerintah dalam menentukan suku bunga agar meningkatnya tabungan masyarakat.
  • Deregulasi bidang perpajakan (1 Januari 1984) untuk memperbaiki penerimaan negara. Dan kebijakan lainnya agar terciptanya iklim usaha yang lebih sehat.

Penerimaan Pembangunan

Dalam hal ini Pemerintah telah menempuh berbagai upaya dalam meningkatkan penerimaan negara, namun karena cepatnya laju pembangunan maka perlu ditunjang dengan dana pinjaman luar negeri. Dengan demikian bantuan dana dari luar negeri tersebut dapat dikelola baik untuk pemerataan pembangunan.

D. Perkiraan Pengeluaran Negara

Secara garis besar, pengeluaran negara dikelompokan menjadi dua yakni: pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan.

Pengeluaran Rutin Negara

Pengeluaran negara yang selalu ada dan terencana sebelumnya secara rutin, diantaranya:

  • belanja pegawai
  • belanja barang
  • subsidi daerah otonom
  • membayar bunga dan cicilan hutang

Pengeluaran Pembangunan

Pengeluaran pembangunan di antaranya :

  • pembangunan berbagai departemen/lembaga Negara
  • anggaran pembangunan daerah (Dati I dan II) 

 E. Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara

Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan negara ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Penerimaan dalam negeri dari migas
  • produksi minyak rata-rata per hari
  • harga rata-rata ekspor minyak mentah
  1. Penerimaan Dalam negeri di luar migas
  • pajak penghasilan
  • pajak pertambahan nilai
  • bea masuk
  • cukai
  • pajak ekspor
  • pajak bumi dan bangunan
  • bea materai
  • penerimaan buka pajak
  • penerimaan dari hasil penjualan BBM
  1. Penerimaan Pembangunan
  • penerimaan bantuan program
  • penerimaan bantuan proyek
About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s